Harga Pangan di Pontianak: Stabil, Tapi Beberapa Komoditas Mulai Naik

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 03:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak, Equatirtv.co.id – Harga pangan pokok di Kota Pontianak secara umum masih terpantau stabil, meskipun ada beberapa komoditas yang mulai menunjukkan kenaikan harga.

 

Informasi ini disampaikan oleh Muhammad, petugas pendataan harga pangan pokok dari Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak. Jumat (24/10/2025).

 

Dari hasil pantauan di Pasar Flamboyan, sebagian besar harga bahan pokok seperti beras, tepung, minyak goreng, dan daging masih berada di kisaran harga sebelumnya.

 

Namun, ada sejumlah bahan yang mengalami perubahan harga cukup terasa, terutama di kelompok sayur dan bumbu dapur.

 

“Untuk hari ini, harga cabai merah besar naik cukup tinggi dibanding hari sebelumnya. Begitu juga dengan wortel dan telur ayam ras,” ujar Muhammad.

 

Kenaikan harga ini, menurutnya, biasanya dipengaruhi oleh faktor cuaca, pasokan dari daerah penghasil, serta permintaan masyarakat yang meningkat menjelang akhir pekan.

 

Beras premium masih dijual di kisaran Rp17.000 per kilogram, sedangkan beras medium di harga Rp14.000 per kilogram.

 

Untuk minyak goreng curah harganya Rp18.000 per liter, dan kemasan mencapai Rp20.000 per liter.

Baca Juga:  Polda Kalbar Musnakan Kilogram Sabu Dan Ekstasi

 

Harga daging sapi murni kualitas A bertahan di Rp150.000 per kilogram, sementara daging ayam ras masih Rp27.000 per kilogram.

 

Yang menarik, harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp34.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp32.000.

 

Sementara itu, bawang merah masih stabil di Rp48.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000, dan bawang bombay Rp18.000.

 

Untuk kelompok sayuran, harga wortel naik ke Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar mencapai Rp70.000 per kilogram.

 

Beberapa sayur seperti kangkung, kubis, dan timun justru stabil di kisaran Rp10.000–Rp15.000 per kilogram.

 

Dari kelompok ikan, harga relatif tidak banyak berubah.

 

Ikan kembung dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, ikan nila Rp37.000, dan lele Rp30.000 per kilogram.

 

Melalui pemantauan rutin ini, pemerintah kota berharap masyarakat bisa mendapatkan informasi harga yang akurat sehingga dapat berbelanja dengan lebih bijak.

 

Dinas juga terus memantau pergerakan harga untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan pangan di pasar-pasar tradisional Pontianak tetap terjaga.

Tim Liputan

Berita Terkait

Warga Bakar Sampah, Hingga Lapor Bupati Sujiwo
Dirut Bank Kalbar Diundang Resmi Hadir di HPN 2026 Banten
Sejumlah Damkar Bentuk Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat
ATBI Kalbar Salurkan Donasi untuk Korban Longsor dan Banjir di Sumatera dan Aceh Melalui INTI
Melalui Reses, H.Irwan Siap Perjuangkan Aspirasi Warga
PT Pelindo Pontianak Dukung Program CSR Connect Kalbar 2025 Bersama JCF
.Edy Cau Bantah Tuduhan Edarkan Oli Palsu. Hanya Tidak Sesuai Spesifikasi
Kasus Penggelapan Bongkar Jaringan Oli Palsu di Kalbar, Sosok Ucok Jadi Sorotan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:00

Warga Bakar Sampah, Hingga Lapor Bupati Sujiwo

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:55

Dirut Bank Kalbar Diundang Resmi Hadir di HPN 2026 Banten

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:25

Sejumlah Damkar Bentuk Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat

Senin, 15 Desember 2025 - 08:44

ATBI Kalbar Salurkan Donasi untuk Korban Longsor dan Banjir di Sumatera dan Aceh Melalui INTI

Selasa, 9 Desember 2025 - 01:02

Melalui Reses, H.Irwan Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

Selasa, 28 Oktober 2025 - 10:33

.Edy Cau Bantah Tuduhan Edarkan Oli Palsu. Hanya Tidak Sesuai Spesifikasi

Senin, 27 Oktober 2025 - 08:30

Kasus Penggelapan Bongkar Jaringan Oli Palsu di Kalbar, Sosok Ucok Jadi Sorotan

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:32

Pontianak Expo 2025, Wadah Kolaborasi UMKM dan Inovasi Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru

Berita

Warga Bakar Sampah, Hingga Lapor Bupati Sujiwo

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:00