Kasus Penggelapan Bongkar Jaringan Oli Palsu di Kalbar, Sosok Ucok Jadi Sorotan

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 08:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kubu Raya, Equatortv.co.id – Penangkapan seorang pria berinisial AC pada Sabtu (25/10/2025) dini hari sekitar pukul 00.25 WIB, membuka tabir baru di balik bisnis oli palsu yang diduga telah beroperasi luas di Kalimantan Barat.

AC yang dikenal sebagai salah satu sales agen oli, ditangkap bukan karena dugaan penjualan oli palsu, melainkan atas tuduhan penggelapan yang dilaporkan oleh atasannya sendiri Ucok.

Namun, kasus ini justru menyeret perhatian publik kepada sosok Ucok yang disebut-sebut sebagai aktor utama jaringan besar penjualan oli palsu lintas daerah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi, Ucok diduga mengendalikan bisnis peredaran oli palsu berbagai merek melalui sejumlah gudang penyimpanan di wilayah Sungai Kakap, Tayan, hingga Balai Karangan.

Dari hasil penelusuran, jaringan ini bekerja rapi dengan sistem distribusi melalui para salesman yang menyuplai oli ke toko-toko dan bengkel di berbagai kabupaten di Kalbar.

“Ucok ini punya jaringan kuat. Para sales-nya yang bergerak di lapangan, termasuk AC, AT, dan BD” ujar sumber terpercaya berinisial LD, Minggu (26/10/2025).

Masih menurut sumber tersebut, ketiga orang yang berada di bawah jaringan Ucok itu diduga tidak menyetorkan hasil tagihan penjualan oli palsu dengan nilai mencapai sekitar Rp2,5 miliar, sehingga menyebabkan kerugian besar bagi perusahaannya.

Baca Juga:  SPBU TAK LAYANI MOBIL DAMKAR,WAKIL KETUA DPRD ANGKAT BICARA

Saat ini, AT dilaporkan sudah ditahan di Polres setempat, sementara laporan terhadap AC tengah ditangani oleh Polsek Sungai Kakap.

Di sisi lain, kasus ini semakin rumit setelah BD– salah satu anggota jaringan – justru melaporkan balik Ucok ke Polda Kalbar atas dugaan penganiayaan.

Langkah tersebut membuat kasus ini kini menjadi sorotan luas dan memunculkan dugaan bahwa bisnis oli palsu di Kalbar melibatkan banyak pihak.

Menanggapi maraknya praktik penjualan oli palsu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Kerisantus Kurniawan, menegaskan agar aparat penegak hukum tidak setengah-setengah dalam menindak pelaku.

“Kasus seperti ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan dibiarkan terus terjadi dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu karena praktik curang semacam ini bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga negara.

“Sudah saatnya ada tindakan nyata agar jaringan-jaringan seperti ini benar-benar dibongkar,” pungkas Kerisantus.

Tim Liputan

Berita Terkait

Warga Bakar Sampah, Hingga Lapor Bupati Sujiwo
Dirut Bank Kalbar Diundang Resmi Hadir di HPN 2026 Banten
Sejumlah Damkar Bentuk Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat
ATBI Kalbar Salurkan Donasi untuk Korban Longsor dan Banjir di Sumatera dan Aceh Melalui INTI
Melalui Reses, H.Irwan Siap Perjuangkan Aspirasi Warga
PT Pelindo Pontianak Dukung Program CSR Connect Kalbar 2025 Bersama JCF
.Edy Cau Bantah Tuduhan Edarkan Oli Palsu. Hanya Tidak Sesuai Spesifikasi
Pontianak Expo 2025, Wadah Kolaborasi UMKM dan Inovasi Ekonomi Kreatif
Berita ini 199 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:00

Warga Bakar Sampah, Hingga Lapor Bupati Sujiwo

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:55

Dirut Bank Kalbar Diundang Resmi Hadir di HPN 2026 Banten

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:25

Sejumlah Damkar Bentuk Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat

Senin, 15 Desember 2025 - 08:44

ATBI Kalbar Salurkan Donasi untuk Korban Longsor dan Banjir di Sumatera dan Aceh Melalui INTI

Selasa, 9 Desember 2025 - 01:02

Melalui Reses, H.Irwan Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

Selasa, 28 Oktober 2025 - 10:33

.Edy Cau Bantah Tuduhan Edarkan Oli Palsu. Hanya Tidak Sesuai Spesifikasi

Senin, 27 Oktober 2025 - 08:30

Kasus Penggelapan Bongkar Jaringan Oli Palsu di Kalbar, Sosok Ucok Jadi Sorotan

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:32

Pontianak Expo 2025, Wadah Kolaborasi UMKM dan Inovasi Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru

Berita

Warga Bakar Sampah, Hingga Lapor Bupati Sujiwo

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:00